Rabu, 12 Desember 2018

LANJUTAN… PENYELARASAN ANTARA PERENCANAAN BISNIS DENGAN PERENCANAAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI


                 I.        PENDAHULUAN
Strategi pengembangan IT harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang ada dalam perusahaan. Enterprise Architecture digunakan sebagai cetak biru dari perancangan infrastruktur sistem informasi agar dapat memenuhi kebutuhan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Perubahan dalam lingkungan bisnis menyebabkan diperlukannya penilaian keselarasan IT dan strategi bisnis ini secara berkala. Setelah perusahaan melakukan penyelarasan dengan sistem teknologi informasi, perusahaan telah mengalami evolusi. Evolusi ini adalah suatu kegiatan berevolusi satu tipe integrasi ke integrasi. Alasan lainnya untuk percepatan waktu evolusi ini adalah adanya suatu pengalaman dan pembelajaran perusahaan pada tingkat integrasi sebelumnya.
Dengan perusahaan melakukan integrasi dengan berhasil, perusahaan ini sudah mengalami evolusi dengan baik antar integrasi teknologi dengan perencanaan bisnis yang menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Penyelarasan strategi dan perencanaan bisnis dan perencanaan sistem teknologi informasi ini digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan supplier, dan menciptakan produk dengan bisnis baru.


                II.     PEMBAHASAN

7.      LAMA BEREVOLUSI
Penelitian Teo dan King (1997) juga meneliti lama waktu berevolusi dari satu tipe integrasi ke integrasi berikutnya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan dari tipe integrasi administratif ke tipe integrasi urut satu-arah adalah 13,06 tahun. Rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan dari tipe integrasi urut satu-arah ke integrasi bolak-balik dua-arah adalah 6,74 tahun dan rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan dari tipe integrasi bolak-balik dua-arah ke tipe integrasi penuh adalah 4,61 tahun.
Hasil ini menunjukkan sesuatu yang menarik untuk didiskusikan, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk berevolusi semakin pendek untuk perusahaan yang berada di tingkat evolusi lebih tinggi. Tampaknya ada percepatan ditingkat pergerakan ke integrasi lebih tinggi. Kelihatannya perusahaan semakin menyadari potensi dari sistem teknologi informasi untuk mendukung formulasi dan implementasi strategi bisnis. Alasan lainnya untuk percepatan waktu evolusi ini adalah adanya proses pembelajaran dna pengalaman perusahaan di tingkat integrasi sebelum-sebelumnya.

8.      ALASAN-ALASAN BEREVOLUSI
Hasil penelitian Teo dan King (1997) menunjukkan juga alasan-alasan mengapa perusahana-perusahaan melakukan evolusi dari satu tip eke tipe lainnya. Alasan-alasan berikut ini diurutkan dari alasan-alasan tertinggi ke yang paling rendah.
             1.      Untuk meningkatkan kebutuhan dari integrasi yang lebih baik.
             2.      Meningkatnya kepentingan dari sistem teknologi informasi.
             3.      Perubahan organisasi.
             4.      Meningkatnya kompetensi.
             5.      Meningkatnya kebutuhan akan informasi yang lebih baik.
             6.      Lainnya.
Hasil ini menunjukkan bahwa alasan-alasan tertinggi adalah karena alasan-alasan internal perusahaan dibandingkan dengan alasan-alasan karena alasan eksternal perusahaan.

9.      VARIABEL-VARIABEL KONTINGENSI
Teori kontingensi yang dikenalkan oleh Lawrence and Lorsch (1967) mengatakan bahwa tidak ada cara yang terbaik untuk mencapai tingkat yang “fit” antara faktor-faktor di organisasi, semuanya tergantung dari karakteristik lingkungannya. Variabel-variabel kontingensi yang digunakan adalah dari karakteristik-karakteristik organisasional dan ketidak-pastian lingkungan.
Variabel-variabel kontingensi dari karakteristik organisasional adalah sebagai berikut ini:
1.         Intensitas informasi dari produk-produk atau jasa-jasa.
2.         Intensitas informasi di rantai nilai.
3.         Persepsi manajemen terhadap pentingnya sistem teknologi informasi
4.         Kompetensi sistem teknologi informasi, yang diuraikan lebih lanjut menjadi:
a.         Kompetensi teknikal;
b.        Kompetensi bisnis
Variabel-variabel kontingensi dari karakteristik ketidak-pastian klingkungan adalah sebagai berikut ini.
1.         Dinamisme lingkungan, yang diuraikan lebih lanjut sebagai:
a.         Tingkat perubahan;
b.        Tingkat prediksi
2.         Heterogenitas di produksi dan pemasaran
3.         Hostilitas yang diuraikan lebih lanjut sebagai:
a.         Keterbatasan sumber-sumber daya;
b.        Kompetensi
Hasil dari regresi berganda antara variabel-variabel kontigensi sebagai variabel-variabel independen dengan integrasi PSB-PSSTI sebagai variabel dependennya, diperoleh hasil hanya dua buah variabel yang secara statistik signifikan, yaitu variabel persepsi manajemen terhadap pentingnya sistem teknologi informasi (signifikan pada tingkat 1%). Hasil ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor internal lebih dominan dibandingkan dengan faktor-faktor eksternal dalam mempengaruhi integrasi PSB dengan PSSTI.

10.    KESELARASAN DAN KINERJA PERUSAHAAN
Perusahaan-perusahaan yang mengintegrasikan perencanaan strategik sistem teknologi informasi (PSSTI) dengan perencanaan strategik bisnis (PSB) mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan intrgrasi. Jadi kinerja perusahaaan disebabkan karena kurangnya keselarasan antara bisis dengan strategik sistem teknologi informasi di organisasi, dengan berkurangnya keselarasan maka dapat menurunkan kinerja perusahaan sehingga dapat mengakibatkan perusahaan terebut tidak dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.





 Gambar 12.7 Hasil penelitian Chan et al. (1997)
Dari hasil penelitian diatas maka dapat dilihat bahwa keselarasan strategi sitem teknologi informasi (IS strategic alignment) secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis (business performance). Pengaruh keselarasan strategik sistem teknologi informasi (IS strategic alignment) lebih besar dengan koefisien 0,335 dibandingkan dengan orientasi straegik dari bisnis (STROBE) dengan koefisien 0,183 dan efektivitas SI (IS effectiveness) dengan koefisien 0,101 terhadap kinerja perusahaan.
STROBE, STROEPIS, dan kinerja bisnis adalah konstruk-konstruk yang dibangung dari hasil jawaban item-item survei. Tiap-tiap konstruk dibangung dari banyak variabel atau item-item di daftar pertanyaan dengan menggunakan analisis faktor yaitu :
     a.      STROBES (Strategic Orientation of Business Enterprises), yaitu stratsgi dari unit bisnsi.               Konstruk ini dibentuk dari variabel-variabel sebagai berikut :
*   Tingkat agresif dari perusahaan
*   Analisis perusahaan
*   Daya pertahanan internal perusahaan
*   Daya pertahanan ekaternal perusahaan
*   Pandangan ke depan perusahaan
*   Tingkat proaktif perusahaan
*   Keengganan perusahaan terhadap risiko
*   Tingkat inovasi perusahaan
    b.    STROPIS (Strategic Orientation of the Existing Portfolio of IS Applications), yaitu strategi           dari sistem informasi. Konstruk ini dibentuk dari variabel-variabel sebagai berikut ini :
*   Dukungan sistem informasi untuk keagresifan perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk analisis perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk daya pertahanan internal perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk pertahanan eksternal perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk ke depan perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk menjaga tingkat proaktif perusahaan
*   Dukungan sistem informasi untuk membuat enggan perusahaan


11.    PEMAMPU DAN PENGHALANG KESELARASAN
Faktor-faktor yang membantu terjadi keselarasan sebagai enabler dan faktor-faktor yang menghalangi keselarasan sebagai inhibitor. Faktor-faktor dari enabler dan kepentingannya menurut jawaban responden dari penelitian Luftman dan Brier (1999) tampak pada gambar berikut ini :






  
Faktor-faktor dari inhibitor dan kepentingannya menurut jawaban responden dari penelitian Luftman dan Brier (1999) tampak pada gambar berikut ini :







12.    MENGURANGI JARAK KESELARASAN
Telah diketahui bahwa jarak keselarasan akan menimbulkan kinerja perusahaan yang kurang baik. Maka untuk mengurangi jarak keselarasan perusahaan perlu mengumpulkan beberapa metode yang diperoleh dari beberapa literatur sebagai berikut :
Tabel 12.4. metode-metode mengurangi jarak keselarasan dari beberapa sumber literatur.







III. PENUTUP

KESIMPULAN

Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas produk yang dihasilkan, sampai ke administrasi pemerintah. Berbagai upah ada pendekatan telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan. Karena perubahan memang selalu terjadi dan pastikan selalu terjadi, pemimpin organisasi baik organisasi pemerintah maupun organisasi non-pemerintah disamping harus memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi diluar organisasi yang dipimpin dan mampu memperhitungkan dan mengakomodasikan dampak dari perubahan-perubahan yang terjadi itu, mutlak perlu juga untuk mempunyai keterampilan dan keberanian untuk melakukan perubahan di dalam organisasi demi meningkatkan kemampuan orgaisasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 REKOMENDASI MANAJERIAL

1.  Dengan meniliti waktu lama berevolusi maka perusahaan dapat meningkatkan proses   pembelajaran dan pengalaman perusahaan dengan mempercepat waktu evolusinya.
2.    Alasan-alasan berevolusi perlu untuk perusahaan karena untuk melakukan evolusi dari satu tipe ke tipe lainnya. Karena perusahaan perlu melihat alasan-alasan tertinggi ke yang paling rendah seperti untuk meningkatkan kebutuhan dari integrasi yang lebih baik atau bahkan untuk meningkatkan kebutuhan akan informasi yang lebih baik di dalam perusahaan.
3.  Perusahaan perlu melihat variabel-variabel kontigensi yang digunakan untuk karakteristik-karakteristik organisasional dan ketidakpastian lingkungan. Karakteristik-karakteristik organisasional ini seperti intensitas informasi  dari produk-produk atau jasa sedangkan variabel karakteristik ketidakpastian lingkungan yaitu seperti dinamisme lingkungan. Sehingga perusahaan tau faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang dapat mempengaruhi integrasi PSB dengan PSSTI
4.    Dengan melihat keselarasan dan kinerja perusahaan maka perusahaan dapat mengetahui kinerja perusahaan atau ketidakmampuan perusahaan yang disebabkan karena kurangnya keselarasan antara bisnis dengan strategi sistem teknologi informasi di organisasi.
5.  Jarak keselarasan akan menimbulkan kinerja perusahaan yang kurang baik. Maka sebaiknya perusahaan perlu mengurangi jarak keselarasan dengan mengumpulkan beberapa metode yang diperoleh dari beberapa literatur. Agar dapat dapat menyelaraskan strategi STI dengan strategi bisnis.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates